Liputan6.com, Washington DC - Pemerintah Amerika Serikat mengatakan akan menindaklanjuti rencana Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang berniat mengucurkan dana berkisar US$ 113 juta (sekitar Rp 1,62 triliun) dalam bentuk bantuan pengembangan ekonomi atau investasi ke negara-negara Indo-Pasifik --di mana Indonesia merupakan salah satu negara dalam kawasan tersebut, yang turut mendukung dan mempromosikan konsep serupa di Asia.
Sebelumnya, pada akhir bulan lalu, Pompeo mengumumkan "pemberian US$ 113 juta dalam prakarsa baru AS untuk mendukung sejumlah area di masa depan: ekonomi digital, energi, dan infrastruktur, di kawasan Indo-Pasifik," ujarnya dalam Indo-Pacific Business Forum yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang AS (US Chamber) di Washington DC, 30 Juli 2018.
"Dana ini mewakili hanya pembayaran awal di era baru komitmen ekonomi AS demi perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik," tambahnya.
Menindaklanjuti rencana Pompeo, pejabat senior Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan sangat mendukung niatan tersebut dan, sejak prospek tersebut diumumkan, Washington tengah bekerja untuk segera "mengucurkannya ke negara Indo-Pasifik".
"Kami (Kemlu AS) sangat mendukung rencana Menteri Mike Pompeo yang mengutarakan bahwa pemerintah AS akan memberikan dana senilai jutaan dollar untuk Indo-Pasifik," kata Asisten Menteri Luar Negeri AS bidang Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional, Andrea Thompson dalam telekonferensi pers, Kamis (30/8/2018).
Lebih lanjut, Thompson mengatakan, bahwa Kemlu AS, "Masih terus mengerjakan detail bagaimana pengalokasian dana itu akan diperoleh dan bagaimana itu akan dikucurkan ke Indonesia atau negara-negara di kawasan Indo-Pasifik lain."
Menlu AS Mike Pompeo mengatakan bahwa dana tersebut akan memanfaatkan "pemrograman yang ditingkatkan dari Undang-undang BUILD yang belum lama ini disahkan oleh DPR dan saat ini sedang dibahas oleh Senat."
Undang-undang BUILD (Better Utilization of Investments Leading to Development Act) atau BUILD Act, ditujukan untuk "memfasilitasi partisipasi modal dan keterampilan sektor swasta dalam pembangunan ekonomi negara-negara dengan ekonomi berpendapatan rendah atau menengah ke bawah."
"Menurut rancangan BUILD Act, kemampuan pembiayaan pengembangan dari pemerintah AS ke negara-negara sasaran, akan ditambah lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 60 miliar," tambah Pompeo, mengindikasikan bahwa bantuan pendanaan Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik mungkin akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Indo-Pasifik Jadi Perhatian Indonesia
Di waktu dan tempat terpisah, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa konsep Indo-Pasifik merupakan satu isu yang menjadi perhatian Indonesia dan terus dipromosikan oleh Jakarta ke ASEAN --organisasi multilateral negara-negara Asia Tenggara, di mana kawasan tersebut menjadi jantung dari Indo-Pasifik.
"Ini terasa sekali di EAS (East Asian Summit Agustus 2018 lalu), kelihatan sekali. Hampir semua negara tetap berikan dukungannya terhadap sentralitas ASEAN, termasuk di dalam pengembangan konsep Indo-Pasifik," kata Retno Marsudi usai memberika pidato pembuka peringatan 51 tahun ASEAN, Rabu 8 Agustus 2018 di Sekretariat ASEAN, Jakarta.
Menambahkan komentarnya terkait Indo-Pasifik dan ASEAN, Retno mengatakan, "nantinya konsep tersebut akan menjadi konsep bagi ASEAN dan ASEAN akan menjadi pusat diskusi mengenai Indo-Pasifik."
"Membahas satu konsep kerja sama baru bukan bicara satu hari, minggu, bulan, bahkan satu tahun. Tapi at least Indonesia sudah menyampaikan konsepnya, sudah edarkan perspektif, dan sudah konsultasi dengan negara ASEAN. Bahkan di AMM/PMC (ASEAN Foreign Ministers' Meeting / Post Ministerial Conference) kemaren, kita terjunkan satu tim khusus untuk lobi diskusi lebih lanjut mengenai masalah konsep Indo-Pasifik," jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya enggan menyebut soal target terealisasikannya konsep tersebut.
"Ini proses enrichment yang terus berjalan dan masing-masing (anggota ASEAN) punya perspektif. Ini yang harus kita tampung. Kekuatan ASEAN mampu menerima masukan, (lalu) dijadikan satu. Konsep ASEAN bukan tentang siapa yang menciptakan threat, tapi justru merangkul jadi kerja sama dan memperkokoh habit of dialogue," pungkas Retno Marsudi.
* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini
Simak video pilihan berikut:
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo tiba di Pyongyang pada Jumat (6/7) untuk membahas perlucutan senjata nuklir Korea Utara.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "AS Berniat Kucurkan Dana ke Indonesia untuk Memperkuat Konsep Indo Pasifik"
Post a Comment