:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2380874/original/028706600_1539248904-IMG_20181011_111800.jpg)
Liputan6.com, Garut - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat, hampir setengah balita di kabupaten Garut memiliki persoalan masa pertumbuhan tinggi badan (kerdil) tidak ideal dibanding kabupaten lainnya.
"Angkanya hampir 43,2 persen stunting, makanya tadi Pak Wakil Bupati seperti tidak percaya dengan data itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar, dalam Seminar Sehari, 'Bersama Mencegah Stunting (anak kerdil), di Pendopo, Garut, Kamis (11/10/2018).
Menurutnya, angka stunting alias kerdil, pertumbuhan tinggi badan balita di kabupaten Garut terbilang tinggi, dari 27 kota-kabupaten yang ada, Garut menduduki posisi pertama. "Bahkan dari tahun lalu yang hanya 24,9 persen, kabupaten Garut naiknya cukup tinggi menjadi 43,2 persen," kata dia.
Lembaganya mencatat, terjadinya stunting disebabkan faktor multidimensi terutama dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak baru lahir. "Jadi masalah stunting itu bukan soal persoalan kesehatan semata, bahkan kontribusinya hanya 30 persen, tapi dari semua sektor," papar dia.
Khusus Garut, lembaganya menilai hingga kini asupan bergizi masyarakat Garut terutama balita, ibu hamil, dan menyusui terbilang buruk, dan masih jauh dari kaidah empat sehat lima sempurna.
"Makanya kerupuk lagi kerupuk lagi, cireng lagi cireng lagi," ujar dia yang disambut gelak tawa para peserta seminar yang didominasi kalangan perempuan produktif tersebut.
Selain stunting, fenomena lain yang ikut muncul akibat minimnya asupan makanan bergizi yakni lahirnya wasting atau anak balita dengan berat kurang (kurus). "Angkanya hanya 4 persen, termasuk terbawah dari seluruh kota kabupaten di Jabar," kata dia.
Dengan fenomena itu, lembaganya berharap pemda Garut bisa membuat terobosan dalam perbaikan asupan bergizi yang diberikan. "Berikan makanan bergizi, supaya anak-anak kita bisa berkompetisi, sehingga banyak orang hebat berasal dari Garut," ujarnya.
Dodo mengaku kaget dengan buruknya asupan gizi masyarakat Garut, sebab sejak lama daerah yang dikenal dengan sebutan kota intan itu, termasuk lumbungnya makanan enak di Jawa Barat.
"Sebut saja dodol enak dari garut, oleh-oleh enak dari Garut, banyak sekali yang enak di Garut, tinggal bagaimana kemampuan bisa mengimplmentasikan," kata dia.
Untuk itu, dengan adanya seminar ini, diharapkan fenomena stunting di Garut bisa dihentikan. "Mari kita buat zero stunting di Jabar dimulai di Garut, agar Garut menjadi terbaik dan menjadi model percontohan nasional," kata dia.
* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.
from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2A4jgWoBagikan Berita Ini
0 Response to "Hobi Makan Kerupuk dan Cireng, Balita di Garut Tumbuh Kerdil"
Post a Comment