Search

Trauma Anak Sopir Taksi Online Korban Pembunuhan Mahasiswa Palembang

Apalagi TD, terdakwa yang sempat mengenyam pendidikan di Jurusan Ekonomi PTN Palembang, menyerahkan diri karena ketakutan ditembak mati seperti rekan-rekannya.

"Dia menyerahkan diri bukan karena merasa bersalah, tapi takut. Buktinya sampai almarhum suami saya ditemukan tinggal tulang belulang, dia tetap diam," ujarnya.

Kendati harus kehilangan suami tercinta, Rohana sudah mengikhlaskan kepergian pasangan hidupnya tersebut.

Dukungan dari rekan kerja Tri Widyantoro juga masih diberikan. Bahkan, pada setiap persidangan, selalu ada perwakilan Asosiasi Driver Online (ADO) Palembang menemani keluarga korban.

Kasus pembunuhan Tri Widyantoro, sopir taksi online di Palembang terjadi pada hari Rabu, 14 Maret 2018. Korban dibunuh tiga orang tersangka, yaitu BI, TD, dan HI. Setelah dibunuh di dalam mobil, jasad korban dibuang ke Parit 6 Sungai Dungun, Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Pada hari Jumat, 30 Maret 2018, jasad korban ditemukan sudah tinggal tulang belulang. Setelah ditangkap polisi, BI menunjukkan lokasi pembuangan jasad korban.

Tak lama kemudian, polisi memburu HI yang sempat kabur ke luar Sumsel. Namun akhirnya tewas di tempat, saat polisi berusaha menangkapnya.

Simak video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)

from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2CtwtcX

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Trauma Anak Sopir Taksi Online Korban Pembunuhan Mahasiswa Palembang"

Post a Comment

Powered by Blogger.