:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/808955/original/031384600_1423563195-b5f50703-7ff5-454d-8313-6a83b0e85315_16x9_600x338.jpg)
Para napi yang berhasil ditangkap dan menyerahkan diri akan diperiksa untuk mendalami siapa sang dalang di balik peristiwa itu. Hingga saat ini, belum bisa dipastikan siapa saja yang memprovokasi. Di dalam pemeriksaan awal, diduga provokatornya terdiri dari beberapa orang.
"Untuk mengungkap apakah terjadinya provokasi ada atau tidak. Dari hasil pemeriksaan awal, dimungkinkan diprovokasi oleh beberapa orang. Nanti akan kita buat penilaian dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada," jelas dia.
Ada 35 napi yang sebelumnya diamankan di kantor polisi, saat ini sudah berada di lapas. Pengamanan dipusatkan di luar menyusul situasi di dalam lapas sudah kondusif saat ini.
"Kalau di dalam kemarin sudah kondusif, ya. Kalau di dalam sekarang kan tanggung jawab dari LP. Dari petugas Polri kita mengamankan di luar. Jadi, kita tidak terlibat di dalam," Trisno menandaskan.
Sebelumnya, 113 Napi Lapas Kelas II A Banda Aceh di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, melarikan diri setelah menyerang sipir. Mereka melakukan aksinya, menjebol pintu dan jendela lapas, pada saat azan magrib berkumandang.
Di antara mereka dikabarkan, ada yang membawa senjata tajam (sajam) dan merampok sepeda motor milik seorang perempuan. Juga didengang-dengungkan, di dalam daftar napi yang kabur terdapat dua terpidana mati. Satu di antaranya diduga pembunuh sadis bernama Edy Syahputra (29), yang membunuh seorang nenek dan dua cucu di Aceh Barat Daya.
Mengenai napi buron, bertolak ke Kabupaten Aceh Barat, hingga saat ini, 12 dari 42 orang napi Lapas Kelas II B Meulaboh yang kabur pada 9 Mei 2012 lalu, hingga kini juga masih buron.
Peristiwa kaburnya 42 napi enam tahun lalu itu disertai dengan penyerangan terhadap sipir menggunakan pisau. Para napi juga menyerang dengan pisau dua napi lain yang mencoba menghalangi. Akibatnya, dua orang terluka saat itu.
Kalapas Kelas II B Meulaboh, Jumadi kepada media mengatakan, upaya pencarian masih terus dilakukan agar para napi tersebut dapat kembali melanjutkan sisa masa tahanan.
Simak video pilihan berikut ini:
Sebanyak 113 napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Lambaro, Aceh Besar kabur, Kamis 29 November 2018.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "78 Napi Lapas Banda Aceh Belum Kembali, Satu di Antaranya Pembunuh Sadis"
Post a Comment