Search

Jejak Habib Pengarang Simtud Durar di Kampung Arab Solo

Salah satu keturunan Habib Ali Al Habsyi, Habib Ali bin Hasan bin Anis bin Alwi bin Ali Al Habsyi mengatakan kitab maulid Simtud Durar yang masih dibaca hingga saat ini di berbagai negara termasuk Indonesia merupakan karya dari Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. Penulis kitab maulid tersebut lahir di kota Qasam, Hadramaut pada 24 Syawal 1259 H/1843 M.

“Habib Ali merupakan putra dari pasangan ibunda Hababah Alawiyah binti Husein Al Jufri dan ayahandnya Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi. Ayahanda beliau termasuk mufti kota Makkah,” kata dia di Solo Kamis, 13 Desember 2018.

Ia menjelaskanpendidikan dan keilmuan Habib Ali hasil dari hasil dari didikan kedua orangtuanya. Setelah berpindah dari kota ke kota, akhirnya orang tua Habib Al Habsyi menetap di Kota Seiwun, Yaman.

“Beliau juga sempat menuntut ilmu ke Mekah yang menjadi tempat ayahandanya di sana. Beliau menuntut ilmu selama tiga tahun dan setelah itu pulang ke Seiwun,” ujarnya.

Sekembalinya ke Seiwun, Habib Ali Al Habsyi mendirikan masjid yang diberi nama Riyadh dan mendirikan ribath atau pesantren. Pesantren tersebut merupakan yang pertama kali berdiri di kawasan tersebut.

“Dari rubath Seiwun yang pertama di Hadramaut itu beliau menyebarkan dakwahnya dan juga dikenal sebagai pengarang maulid Simtud Durar,” jelasnya.

Kitab maulid karangan Habib Ali Al Habsyi itu, menurutnya berisi ringkasan sejarah Nabi Muhammad SAW yang difokuskan dari masa sebelum dilahirkannya Rasulullah, masa kecil, perjalanan hidup hingga ketika diutus olleh Allah SWT dan dibahas tentang  Isra’ Mi’raj.

“Selain berisi ringkasan sejarau Nabi Muhammad SAW, kitab maulid Simtut Durar itu juga berisi tentang sifat-sifat dan budi pekerti Rasulullah  SAW. Kitab maulid Simtut Durar itu hampir sama dengan kitab maulid Albarzanji,” kata dia.

Awalnya penyebaran kitab tersebut di wilayah Hadramuat, namun semakin lama pembacaan kita tersebut tersebar tak hanya di Yaman, namun juga berbagai negara seperti Indonesia. Luasnya penyebaran kitab tersebut karena murid-murid atau para santri Habib Ali Al Habsyi berasal dari berbagai negara.

“Kitab maulid SimtutDurar merupakan karangan yang terkenal. Hingga saat ini kitab itu telah menyebar di mana-mana seperti di Afrika, Oman, Arab Saudi, Indonesia, Malaysia, Singapura dan lainnya. Di Indonesia kebanyakan maulid yang dibaca Simtut Durar. Yang biasa dibaca Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf itu juga Simtud Durar,” ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2ElHZIi

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Jejak Habib Pengarang Simtud Durar di Kampung Arab Solo"

Post a Comment

Powered by Blogger.