:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2767193/original/030570600_1554177347-ikat_h.jpg)
Meskipun sudah tua renta dan tak mampu berjalan jauh, suami Nenek Nuru, Tahir (80), akhirnya datang ke Rumah Sakit Bahteramas di Kota Kendari, Senin, 1 April 2019.
Melewati rute puluhan kilometer dari kampungnya di Desa Poni-poniki Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Tahir datang mengendarai mobil bersama tetangganya. Padahal, tubuh bongkoknya tak mampu lagi menahan goncangan berkilo-kilo meter jalan berlubang yang harus dilalui sebelum tiba di Kota Kendari.
"Dia baru datang, kasihan. Karena dengar istrinya sakit, sebenarnya sudah lama ingin tapi dia tak mau naik mobil," ujar tetangga nenek Nuru, Lislani, Selasa (2/4/2019).
Lislani menambahkan, Tahir sebenarnya tak mampu lagi berjalan jauh. Apalagi naik kendaraan roda empat, kakek yang sudah berusia lanjut ini sering memilih jalan kaki.
"Tapi, dia datang dengan kemauan sendiri. Selain itu, dia tak tahu jalan ke Kendari jadi diajak sama tetangga," tambah Lislani.
Tahir, diketahui bekerja sebagai pemanjat pohon kelapa yang diupah oleh warga yang membutuhkan. Gaji yang diperoleh, didapat dari bagi hasil yang didapatkan kakek asal Bima, Nusa Tenggara Barat itu.
"Kalau dia dapat 10, maka bagi dua dengan yang punya kelapa. Tahir dapat 5, warga dapat 5 buah. Oleh Tahir, kelapa itu dibikin kopra dan dijual," ujar Kasmin tetangga korban.
Simak video pilihan berikut ini:
Tidak punya keturunan dan tinggal di gubuk kecil bertahun-tahun, kakek nenek ini akan mendapat rumah baru.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kesetiaan Pasangan Lansia Asal Konawe Utara, Bersama Saat Lapar dan Terkapar"
Post a Comment