Search

Bagaimana Pakistan Ingin Mengakhiri Polemik Hilal

Islamabad - Pakistan ingin menyudahi kisruh hilal dengan menetapkan penggunaan metode hisab alias penghitungan matematis sebagai acuan untuk menentukan awal bulan Ramadan. Terobosan itu memicu kontroversi.

Sejak bertahun menjelang bulan Ramadan, umat Islam terbelah dalam dua ideologi. Sebagian merujuk pada kaum tradisionalis yang menggunakan metode Rukyat alias pengamatan mata. Sementara yang lain lebih meyakini metode kaum modernis yang mengandalkan penghitungan matematis pergerakan bulan alias hisab. 

Adalah Menteri Sains dan Teknologi Pakistan, Fawad Chaudry, yang ingin mengakhiri kontroversi hilal dengan memerintahkan penggunaan metode hisab mulai tahun 2020. Gagasannya itu terancam gagal disahkan, namun Chaudry enggan mengendurkan langkah.

Seperti diberitakan DW Indonesia, Rabu (8/5/2019), dia beralasan pemerintah setiap tahun menghabiskan dana hingga hampir Rp 1 miliar untuk membiayai pengamatan hilal. "Di mana kebijaksanaannya dalam pemborosan itu?", tanyanya seperti dilansir dari Samaa.

Kini Chaudry membentuk komite yang terdiri atas astronom, pakar cuaca dan teknologi. Tugas mereka adalah menentukan kalendar lima tahun untuk Pakistan dengan tanggal pasti untuk Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha dan Muharram.

Tidak mengejutkan jika terobosan Chaudry memicu kontroversi di kalangan kaum muslim Pakistan. Tidak sedikit Ulama yang menolak gagasan tersebut, meski banyak kaum muda muslim yang mempertanyakan metode rukyat. "Jika kita menentukan waktu salat sesuai penghitungan ilmiah, kenapa kita tidak menentukan Hilal dengan cara yang sama," tulis seorang pemuda muslim di sebuah kanal media sosial.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6 kalo berita gak lengkap buka link di samping http://bit.ly/2HbKxsa

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Bagaimana Pakistan Ingin Mengakhiri Polemik Hilal"

Post a Comment

Powered by Blogger.