:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793645/original/038965800_1556722299-GREBEG_ONJE-ridlo__2_.jpg)
Ritual lainnya, mandi di sungai Kedung Pertelu yang menyimbolkan agar saat memasuki bulan Ramadan seseorang telah bersih, baik bersih raga maupun jiwanya. Dengan begitu, puasa satu bulan penuh akan meningkatkan spiritualitas seseorang.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk warga Onje namun terbuka untuk semua masyarakat Purbalingga dan sekitarnya,” terangnya.
Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Purbalingga, Yanuar Abidin mengatakan salah satu tujuan Grebeg Onje adalah mempopulerkan wisata religi dengan keberadaan situs-situs makam dan budaya kuno.
“Grebeg Onje merupakan kegiatan tahunan yang sudah dilakukan setidaknya sudah kali ke tiga. Grebeg Onje sebagai kegiatan untuk nguri-nguri budaya, karena sebagian tempat yang bersejarah, untuk berdirinya Kabupaten Purbalingga," Yanuar menerangkan.
Akan tetapi, dua perhelatan terdahulu, Grebeg Onje belum mampu menarik pengunjung dari luar wilayah. Salah satunya yakni lantaran keterbatasan promosi prosesi budaya ini.
Kepala Desa Onje, Mugi Ari Purnomo optimis Desa Onje bakal menjadi destinasi wisata religi yang diminati. Di hari-hari tertentu, seperti malam Jumat, tamu dari berbagai daerah berziarah ke tempat ini atau melakukan ritual tertentu.
Keyakinan itu bertambah dengan keberadaan Masjid Sayyid Kuning dan makam pendiri Masjid Sayyid Kuning, Abdullah Syarif. Kemudian di desa ini juga ada makam Adipati Onje, cikal bakal Purbalingga.
Saksikan video pilihan berikut ini:
Belajar Toleransi Beragama di Desa Kalikudi Cilacap
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Grebeg Onje, Ritual Menjelang Ramadan di Purbalingga"
Post a Comment