:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape.png,553,20,0)/kly-media-production/medias/2802343/original/091082800_1557509892-WhatsApp_Image_2019-05-10_at_15.23.42.jpeg)
Ia tak peduli ada cucunya yang masih kecil. Mulutnya terus menggerutu. Tatapan matanya penuh duka. Zigam, sang cucu yang masih berusia 2,5 tahun sempat hilang dan nyaris dihantam buldozer karena petugas tak mau menghentikan buldozer itu.
"Bejamu ya nang, ana mahasiswa sing nylametke. (Beruntunglah kamu nak, ada mahasiswa yang menyelamatkan," katanya kepada Zigam.
Sang cucu diam dan melanjutkan minum susu dari botol. Zigam seperti tak tahu apa yang terjadi di rumah orang tua dan neneknya. Zigam tak paham mengapa tempat tinggal mereka dirobohkan.
Sementara itu, warga tak lagi memiliki kegiatan yang produktif. Mereka hanya berkumpul, melihat-lihat sisa rumah yang tak lagi berbentuk. Sebuah tenda biru benar-benar menjadi saksi pilu, meski tak seperti pilunya lagu Dessy Ratnasari. Tenda kecil itu yang melindungi warga dari terpaan angin laut yang kencang.
"Nggak nyangka. Bulan ramadan Pemkot Semarang tega merusak rumah kami tanpa rembugan. Kenapa tidak menunggu usai lebaran?" Samsul, seorang nelayan warga Tambakrejo mengeluh.
Keluhan Samsul seakan menunjukkan bahwa banyak anak-anak kecil yang tidur kedinginan tanpa perlindungan karena rumah sudah roboh. Anak-anak tetap anak-anak. Jika malam, tak ada listrik, penerangan dari mesin perahu tempel hanya kuat beberapa saat karena keterbatasan bahan bakar.
Kampung Tambakrejo diratakan tanah karena akan digunakan untuk penampungan lumpur normalisasi Banjir Kanal Timur. Ada 97 bangunan yang diratakan tanah. Ada tawaran agar warga bersedia pindah ke rumah susun Kudu. Namun warga belajar dari kasus penggusuran di kampung Kebonharjo yang akhirnya malah diusir dari rumah susun. Tentang pengusiran warga Kebonharjo, bisa disimak di tautan ini.
Hingga Sabtu (11/5/2019) dinihari tak ada solusi konkrit untuk menampung ratusan warga yang terlunta-lunta tak jelas nasibnya.
Simak video pemggusuran warga Tambakrejo berikut:
Simak video penggusuran Tambakrejo berikut
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Makan Sahur Dengan Masakan Berbumbu Duka di Tambakrejo"
Post a Comment