:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2799071/original/060305300_1557250957-DOKUMENTER_PERAMPASAN_TANAH-Ridlo.jpg)
Rupanya, kesalehan Kodri itu tak menghapus stigma yang kadung tersemat. Selain wajib lapor sepekan dua kali ke Koramil, setelah bebas dan pulang dari Pulau Buru, Kodri masih diawasi, dicurigai, bahkan disepelekan.
Pada suatu hari, Kodri yang hanya tinggal bersama ibunya, bertemu Daryo, teman lama sesama bekas tahanan politik di Koramil saat wajib lapor. Merasa senasib sepenanggungan, Daryo meminta Kodri menikahi Sri, adiknya.
Kodri tak menolak tawaran Daryo setelah mendapat restu ibunya. Singkat kata, keduanya menikah.
Mestinya, Kodri begitu menikmati kehidupannya sebagai suami dan calon ayah. Tak lama usai menikah, Sri mengandung.
Namun, hidup Kodri semakin berat. Bukan karena beban ekonomi. Kekhawatiran dan kecemasan terus membayangi eks tapol PKI ini.
Kisah Kodri ini, 40 tahun kemudian diangkat menjadi film fiksi pendek oleh para pelajar SMK HKTI 2 Purwareja, Klampok, Banjarnegara dengan judul, "Buru". Film ini kini tengah memasuki tahap usai produksi.
Di bawah bendera ekstrakulikuler sinematografi Hika Production dan fasilitasi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, pengambilan gambar dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 27-28 April 2019, di wilayah Kecamatan Susukan dan Purwareja Klampok.
from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2V5EJp3Bagikan Berita Ini
0 Response to "Membingkai Kisah Eks Tapol Kodri, Guru Ngaji Penghuni Pulau Buru"
Post a Comment