Search

Ironi Sapu Tradisional, Ditinggalkan di Indonesia tapi Dicari di Mancanegara

"Saat ini, untuk pasokan produksi sapu sorgum, setidaknya dari areal tanaman sorgum sapu seluas kurang lebih 15 hektare di tiga wilayah itu, termasuk di Purbalingga," Agus mengungkapkan.

Dia menerangkan, jenis sorgum untuk bahan baku sapu memang berbeda dengan tanaman sorgum lain. Berdasarkan pemanfaatannya, tanaman sorgum diklasifikasikan ke dalam empat golongan.

Empat jenis sorgum tersebut yakni, sorgum biji (grain sorghum) yang digunakan sebagai makanan pokok di daerah tropis, sorgum manis (sorgo/sweet sorghum) yang digunakan sebagai bahan untuk pembuatan minuman beralkohol, sirup, etanol, dan makanan ternak.

Kemudian sorgum sapu (broom sorghum) yang digunakan sebagai bahan industri sapu atau sikat. Terakhir, sorgum rumput (grass sorghum) yang digunakan sebagai makanan ternak.

"Tanaman sorgum yang dibudidayakan untuk membuat sapu, merupakan broom sorghum yang usia tanamnya sekitar 50 – 60 hari sudah bisa dipanen," dia menerangkan.

Selain di Purbalingga, setidaknya ada empat daerah yang memproduksi sapu sorgum. Tiga lokasi lain tersebut yakni di Kota Tegal, Gamping Yogyakarta, dan Bogor.

Seluruhnya dibuat denga cara tradisional dan merupakan hasil olah keterampilan tangan (handmade). Selain Korea Selatan, permintaan sapu sorgum lainnya datang dari Jepang.

"Tapi kalau kami hanya menyuplai untuk Korea Selatan. Itu pun belum memenuhi semua permintaan," Bambang menambahkan.

Simak video pilihan berikut ini:

Ratusan tukang sapu jalanan di Bintaro mendapatkan bingkisan THR oleh warga sekitar.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2OSVy3Y

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Ironi Sapu Tradisional, Ditinggalkan di Indonesia tapi Dicari di Mancanegara"

Post a Comment

Powered by Blogger.