:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2335936/original/088168200_1534765208-Menpar_Arief_Yahya.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Kunjungan wisatatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok ke Pulau Dewata mulai terdampak polemik “Zero Dollar Tour”.
Padahal menurut data Ctrip, Online Travel Agent terbesar di Tiongkok, Bali masih menduduki peringkat satu The Best Honeymoon Destination 2018. Bali juga masuk daftar peringkat 4 Top 10 Best Destination Worldwide dan nomor 4 dalam daftar 10 besar The Best Luxury Destination.
Namun polemik soal “Zero Dollar Tour” dianggap membuat gaduh dan menciptakan iklim yang tidak kondusif bagi industri pariwisata di Bali. Polemik itu muncul lantaran adanya praktik curang agen travel asal Tiongkok yang menjual pariwisata Bali dengan harga sangat murah.
Soal itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya pun angkat bicara. Menurutnya jangan biarkan dunia pariwisata dipenuhi kegaduhan. Baginya pariwisata adalah industri hospitality, bisnis yang mengedapankan keramah-tamahan.
"Kalau masalahnya business to business, selesaikan di level asosiasi," kata Arief Yahya menurut informasi resmi yang diterima Liputan6.com.
Karena itu, Menpar Arief Yahya sudah menyarankan agar ASITA (Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies) bertemu CNTA (China National Tourism Association), dan membuat “White List Tour Agencies – Tour Operators” untuk sama-sama membuat daftar atau meregistrasi TA-TO (Travel Agen dan Travel Operator), yang direkomendasi kedua belah pihak, sehingga mudah mengontrolnya ketika ada keluhan.
"Ini adalah cara yang paling smooth, paling halus, paling bijak, untuk menyelesaikan case Zero Dollar Tour di Bali. Ibaratnya, menangkap ikan, tanpa harus membuat keruh airnya. Dari situ, tidak perlu heboh-heboh, masing-masing asosiasi bisa saling mengontrol anggotanya untuk menjaga iklim bisnis yang baik," ungkap Arief Yahya.
Arief Yahya menyebut, di sektor pariwisata ia menggunakan prinsip “Industry Lead, Government Support”, bukan sebaliknya. Karena ada banyak hal yang pemerintah tidak boleh terlalu ikut campur di urusan bisnis. Pemerintah lebih menjaga regulasi, agar iklim usaha pariwisata semakin kondusif dan berkembang.
Lalu bagaimana dampak polemik yang sudah terlanjur viral, termasuk di media China itu? Arief Yahya mengatakan, dampak kegaduhan itu sangat besar. Hampir semua maskapai penerbangan berkeluh kesah ke dirinya, banyak yang mengagalkan penerbangannya.
"Apalagi yang chartered flight, puluhan yang sudah cancel, batal terbang ke Bali. Banyak TA TO juga menyesalkan situasi menjadi seperti ini? Saya amati angka-angkanya, memang betul, dampaknya serius buat Bali," ujar Arief Yahya.
from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2AtkVUyBagikan Berita Ini
0 Response to "Menpar Arief Yahya Angkat Bicara soal Polemik Mafia Tiongkok di Bali"
Post a Comment