:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape.png,553,20,0)/kly-media-production/medias/2298650/original/038844500_1533143842-WhatsApp_Image_2018-08-01_at_23.36.02.jpeg)
Liputan6.com, Bandung - Udara sejuk menyambut kami saat tiba di Orchid Forest Cikole yang berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut. Bulir tipis rintik hujan jatuh di kelopak bunga-bunga anggrek yang menjadikannya terlihat lebih indah. Sesuai namanya, tempat ini adalah surga yang penuh warna-warni bunga berjuluk puspa pesona itu.
"Ayo, ayo foto, di sini dong di deket bunga-bunga, cakep," teriak seorang pengunjung sesaat setelah melewati gerbang masuk Orchid Forest Cikole.
Meski baru saja masuk beberapa langkah, keindahan bunga-bunga di tempat ini membuat tangan gatal ingin memainkan kamera, hasrat narsis pun tak mampu dibendung.
Orchid Forest Cikole merupakan salah satu objek wisata berkonsep destinasi digital dan nomadic tourism yang dimiliki Kabupaten Bandung. Berjarak sekitar 20 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan darat dari Kota Bandung, Orchid Forest Cikole menjadi destinasi baru bagi milenials penghobi sharing foto instagramable di media sosial.
CEO Orchid Forest Cikole, Maulana Akbar atau yang akrab disapa Barry mengatakan, dengan memegang tiga haluan utama, yaitu eco tourism, sport tourism, dan edu tourism, dirinya yakin destinasi wisata instagramable ini mampu menjadi tujuan wisata kelas dunia.
Hingga 2018 saja diperkirakan sebanyak 2.500 wisman bakal berkunjung ke Orchid Forest, dan tahun depan dirinya optimis kunjungan wisman bisa naik 500 persen. Sementara kunjungan wisnus diperkirakan mencapai 600 ribu, dan diproyeksikan akan naik sebesar 300 persen di tahun depan.
"Kami sudah co-branding dengan Wonderful Indonesia, kami juga sudah MoU kerjasama dengan STP Bandung, Telkom, dan Mandiri. Kami harap kerjasama dengan Kemenpar akan membuat destinasi ini semakin kuat dan berkembang ke depan," ungkap Barry.
Tim Liputan6.com menjelajahi satu demi satu keseruan spot foto instagramable saat berada di kawasan seluas 12 hektare yang dikelilingi pohon pinus tersebut. Mulai dari Orchid House hingga merasakan segarnya berada di kawasan Camping Ground Orchid Forest.
Setidaknya ada 250 jenis anggrek yang menjadi koleksi Orchid House, di antaranya bahkan merupakan anggrek-anggrek langka. Menurut penuturan Marketing eksekutif Orchid Forest, Bagus Maulana, keberadaan Orchid House merupakan upaya mengingatkan kembali bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah spesies anggrek terbanyak kedua setelah Brasil. Jika ditotal setidaknya ada 20 ribu jenis anggrek yang ada di semua kawasan Orchid Forest.
Sesuai dengan haluan edu tourism, Orchid House tak hanya menjadi spot foto instagramable yang dilengkapi rumah kaca dan panggung berhias bunga anggrek, tapi juga menjadi tempat bagi semua orang yang ingin belajar budidaya bunga nan cantik tersebut.
Beranjak dari Orchid House, kami berjalan menyusuri lanskap cantik yang dibuat sangat kreatif sehingga mengundang kami untuk sekali lagi menjepretkan kamera. Hingga tak terasa kami singgah di Rabbit House dan tiba di Wood Bridge, salah satu spot foto cantik andalan Orchid Forest.
Sepintas jembatan kayu sepanjang 150 meter ini tampak biasa saja, namun selepas matahari tenggelam akan terlihat betapa indahnya tempat ini dengan kerlipan lampu. Di bawahnya terdapat Garden of Light, taman lampu keren yang dikendalikan dengan sensor pergerakan orang. Warna lampunya akan berubah-ubah dan akan menyala saat seseorang memijaknya.
Bagus Maulana juga menuturkan, Orchid Forest Cikole juga telah menambah satu lagi wahana sport tourism berupa zipline. Wahana ini menawarkan sensasi seru meluncur dari ketinggian menggunakan line berkelok-kelok sepanjang 430 meter.
“Instruktur kami sediakan dari Wanadri, pencinta alam profesional, bersertifikat, mengerti cara bermainnya dan yang pasti safety. Kita juga ada kapasitas orangnya, minimal beratnya antara 60-65 kilo,” ungkap Bagus.
Zipline tak kalah seru dengan flying fox, bahkan bisa menjadi lebih menarik karena selain treknya berkelok, kecepatan laju bisa bervariasi tergantung gelombang trek itu sendiri.
Lelah menjelajahi spot seru Orchid Forest, tim Liputan6.com menggunakan suttle meluncur ke kafe yang lagi-lagi didesain sangat instagamable. Kopi Sunda dan rujak cireng menanti. Sambil melepas lelah, menyeruput kopi panas di suhu 16 derajat celcius Cikole jadi pilihan yang tepat.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pagi yang Segar Bersama 20 Ribu Anggrek di Orchid Forest Cikole"
Post a Comment