Untuk mendukung Sukoharjo sebagai destinasi wisata jamu juga diresmikan kafe jamu di Pasar Nguter, Sukoharjo. Peresmian itu juga dilakukan oleh Menko PMK, Puan Maharani dan Kepala BPOM, Penny K Lukito.
Kafe jamu itu juga didesain dengan konsep menyerupai kafe pada umumnya, lengkap dengan penataan ruang, fasilitas WiFi serta cara penyajian. Bahkan, di sejumlah sudut terdapat tulisan yang berisi pesan 'jamu tidak selamanya pahit, cinta tidak selamanya manis', 'baru ku sadari yang mengerti aku itu jamu bukan kamu' dan lainnya.
Bahkan, untuk penamaan menu minuman di kafe jamu itu cukup unik, di antaranya tropica curcuma yang merupakan minuman kombinasi sari temulawak, air soda, dan lidah buaya. Ada juga minuman ndol beken yang merupakan kombinasi beras kencur, cendol, dan gula merah, serta menu unik lainnya.
Menko PMK, Puan Maharani mengungkapkan kafe jamu tersebut diharapkan bisa melestarikan budaya minum jamu yang telah turun-temurun. Kehadiran kafe jamu itu bisa menarik generasi muda milenial untuk mencintai jamu.
"Kafe jamu ini selain berfungsi untuk melestarikan jamu, juga untuk membudayakan minum jamu kepada kalangan milenial. Ini kafe jamu yang pertama. Diharapkan nanti bisa bertambah jumlahnya," kata dia.
Kafe jamu yang menempati sebuah bangunan di Pasar Jamu Nguter itu merupakan hasil kerjsama Pemkab Sukoharjo, BPOM serta pihak swasta. Minuman jamu yang dijual di kafe juga telah memperoleh izin edar dari BPOM.
"Pemerintah Kabupaten yang menyiapkan lokasinya dan pihak swasta yang menjadi bapak asuhnya. Jamu yang ada di kafe ini enak rasanya serta sehat karena sudah ada izin dari BPOM," ucapnya.
Simak video pilihan berikut ini:
Di tengah pamor yang menurun tergerus zaman, pria ini membuat tampilan jamu disukai berbagai kalangan.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pagi Segar dengan Segelas Jamu Khas Sukoharjo"
Post a Comment