:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2817598/original/080979700_1559027855-Trap1_h.jpg)
Hotmauli menjelaskan, harimau juga termasuk hewan yang tidak mengenal batas kawasan. Harimau tidak hanya berada di dalam kawasan yang secara yuridis diatasi oleh status kawasan, karena harimau bisa berada di Areal Penggunaan Lain (APL) seperti perkebunan dan hutan. Bisa jadi, lokasi penyerangan harimau terhadap manusia dulunya kawasan perlintasannya.
"Bisa saja, dulu di sana tidak ada aktivitas manusia, dan sekarang sudah ada. Sehingga berjumpa antara manusia dengan harimau, terjadilah penyerangan," jelasnya.
Hotmauli menyebut, pihaknya diwakili Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan sudah memasang kamera trap di lokasi penemuan korban tewas atas nama Abu Sali Hasibuan. Bersama masyarakat, mereka sudah memasang perangkap di sekitar perkebunan dengan syarat tidak melukai ataupun membunuh harimau.
Pihaknya juga bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti kepolisian, dalam hal ini Polsek Sosopan, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRSHD) Sumatera Barat, Muspida Padang Lawas, dan lainnya. Mereka membentuk 3 tim patroli di Desa Siraisan, Desa Hutabarhot, dan Desa Pagaran Bira Jae.
"Kita mengimbau kepada masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di perladangan maupun perkebunan. Kita imbau untuk tidak sendirian dan melaporkan kepada petugas kalau mendengar atau menemukan tanda-tanda kehadiran binatang buas," imbaunya.
BBKSDA Sumut juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari tindakan atau perbuatan yang menyebabkan terluka atau matinya satwa liar, khususnya jenis yang dilindungi undang-undang. Kecuali terpaksa untuk melindungi keselamatan diri.
Kecamatan Ulu Barumun di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sosopan, Padanglawas. Tahun 2017, dalam dua hari terjadi dua kali harimau sumatera mati. Pertama Senin, 10 Juli 2017, di Desa Haporas, Kecamatan Sosopan, seekor harimau jantan diperkirakan berusia tiga tahunan, ditemukan lemah tak berdaya di perkebunan dan akhirnya mati.
Sehari berikutnya, Selasa, 11 Juli 2017, di desa yang sama seekor harimau sumatera tewas dengan beberapa bagian tubuhnya hilang, yakni sepasang taring dan kumisnya. Harimau dibunuh karena memasuki kawasan permukiman masyarakat dan dianggap meresahkan.
Simak video pilihan berikut ini:
Seorang petugas penyuluh lapangan di Padang Lawas, Sumatra Utara, menderita luka-luka diserang harimau di perkebunan karet.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Warga Padang Lawas Diterkam Harimau Usai Berbuka Puasa"
Post a Comment