Search

Sumur Kering, Warga Menimba Air Sungai

Sembilan kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Bantarsari, Kawunganten, Patimuan, Jeruklegi, Kampung Laut, Adipala, Karangpucung, Dayeuhluhur, dan Gandrungmangu. Dari seluruh kecamatan yang terdampak kemarau panjang, Kawunganten adalah yang terparah.

Di kecamatan ini ada tujuh desa yang mengalami krisis air bersih. Lainnya adalah Kecamatan Karangpucung dan Jeruklegi, yang masih-masing terdapat empat desa yang mengalami krisis air bersih.

BPBD dan pihak lainnya telah mengirimkan sebanyak 123 tangki bantuan air bersih yang menjangkau 9.798 keluarga yang terdiri dari 33.932 jiwa.

“Merupakan kerjasama BPBD, PDAM Tirta Wijaya, PMI Cilacap, Polres Cilacap dan CSR,” Martono menerangkan.

Ia juga meminta agar warga memanfaatkan air secara bijak. Dengan begitu, air yang ketersediannya terbatas bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Sebelumnya, prakirawan BMKG Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan mengatakan, di Kabupaten Cilacap, daerah yang mengalami kekeringan panjang meliputi Kecamatan Cipari, Adipala, Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Kesugihan, Kedungreja, Kawunganten, Sidareja, Maos, Karangsari, Binangun, dan Cimanggu.

“Di Cilacap belum ada daerah yang mengalami kekeringan ekstrem, tapi sudah terancam,” kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan, awal Agustus lalu.

Kekeringan ekstrem adalah kondisi di mana tak turun hujan dalam periode lebih dari 60 hari. Adapun kekeringan panjang adalah kondisi kering tanpa hujan antara 31-60 hari.

Dia dia menjelaskan, kekeringan ekstrem itu memicu krisis air bersih di berbagai daerah. Pasalnya, sumur warga mengering. Sungai dan mata air pun berkurang debitnya atau bahkan habis sama sekali.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PfBHNk

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Sumur Kering, Warga Menimba Air Sungai"

Post a Comment

Powered by Blogger.