:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2501007/original/000194300_1543424748-LONGSOR_KALIKESUR_2-Muhamad_Ridlo.jpg)
Liputan6.com, Banyumas - Jalan berstatus milik Kabupaten Banyumas di Desa Kalikesur, Kedungbanteng itu masih hitam mulus ketika dilanda longsor. Maklum, pembangunan baru saja kelar sebulan lalu, persis sebelum musim hujan mendera wilayah di lereng Gunung Slamet ini.
Jalan ini pun menjadi jalan utama warga Desa Windujaya, desa yang berada di sisi atas Kalikesur untuk menuju Purwokerto dan daerah lainnya. Ini adalah ruas jalan andalan warga dari berbagai latar pekerjaan, mulai petani, pedagang, anak sekolah, hingga karyawan swasta.
Namun, kini ribuan warga Desa Windujaya kelimpungan. Mendadak, ruas jalan ini longsor di titik RT 01/1 Desa Kalikesur, Rabu pagi, 28 November 2018, usai didera hujan berkepanjangan sejak sehari sebelumnya.
Pasalnya, jalan alternatif menuju Desa Windujaya memutar jauh dengan kondisi jalan yang tak terlalu layak. Selain rusak, badan jalan pun sempit, sehingga tak senyaman jika melintas di Desa Kalikesur.
Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah )BPBD) Banyumas, Kusworo mengatakan longsor diketahui warga terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Longsoran ini pun menyababkan Desa Windujaya terisolasi.
Pasalnya dimensi longsoran cukup besar, meliputi panjang 25 meter, lebar enam meter, dan kedalaman 1,5 meter. Praktis, semua jenis kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil tak bisa melintas di jalan ini.
"Penyebabnya hujan dengan durasi yang lama, dari kemarin sore, hingga siang ini masih nyeyes ya, masih turun," ucapnya, kepada Liputan6.com.
Kusworo mengungkapkan, longsor yang terjadi ini adalah kali kedua longsor di titik yang sama. Beberapa waktu sebelumnya, jalan ini sempat longsor, meski tak terlampau parah.
from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2E3gpQHBagikan Berita Ini
0 Response to "Jalan Longsor Isolasi Warga 1 Desa di Banyumas"
Post a Comment