:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape.png,553,20,0)/kly-media-production/medias/2790629/original/055698200_1556439963-posko__3_.jpg)
Anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bengkulu Nurkholis Sastro mengatakan beberapa desa lainnya yang masih minim bantuan di Bengkulu Tengah adalah Desa Talang Panjang, Kota Titik, Genting, dan Tebat Penyengat.
"Di tiga desa ini ada 10 rumah yang bergeser dan hanyut terbawa banjir dan syukurnya jalan ke lokasi sudah bisa dilalui kendaran roda empat," ucapnya.
Ketua Pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu Deff Trihamdi mengatakan empat komunitas masyarakat adat terkena banjir dan longsor namun masih minim perhatian pemerintah, terutama tim penanggulangan bencana.
"Khususnya di Desa Muara Dua di Kabupaten Kaur banjir Sungai Nasal mengakibatkan 20 rumah hanyut dan 353 kepala keluarga terdampak banjir," katanya.
Saksikan video pilihan berikut ini:
BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah masih mencari korban yang tertibun akibat banjir dan longsor di Kecamatan Merigi. Diperkirakan masih ada 9 orang korban yang tertimbun.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Desa di Bengkulu Tengah Terisolir Usai Diterjang Banjir dan Longsor"
Post a Comment