Search

Menelisik Muasal Buaya di Perairan Nusakambangan

Kemunculan buaya ini memang menyebabkan nelayan dan warga di sekitar perairan Nusakambangan dan Teluk Penyu, Cilacap, khawatir. Pasalnya, wilayah ini sangat padat aktifitas, terutama aktifitas nelayan dan wisatawan.

Semua jenis buaya adalah hewan dilndungi. Itu termasuk buaya diduga buaya mura (Crocodylus Porosus) yang nampak di perairan Nusakambangan.

“Ya jelas ini kan satwa dilindungi, Mas. Masyarakat kalau melihat atau menjumpai ya jangan dibunuh. Tapi dilaporkan kepada kami, BKSDA,” dia menegaskan.

Dia berharap nelayan segera melaporkan jika mendeteksi keberadaan buaya ini. Pasalnya, dalam pemantauan hari pertama, Senin (14/5/2019), buaya itu tidak nampak saat BKSDA dan beberapa instansi lain melakukan kunjungan lapangan.

Sementara ini, hasil dari wawancara dengan sejumlah saksi mata, seekor buaya sepanjang kurang lebih tiga meter nampak pada Sabtu (11/5/2019) di perairan antara Teluk Penyu hingga Dermaga eks-Holchim, perairan Selat Nusakambangan.

“Kemudian kita plotingkan, perjumpaan-perjumpaan saksi dengan buaya,” dia menjelaskan.

Endi Suryo mengemukakan, saat ini BKSDA bekerjasama dengan instansi lain dan Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP) Nusakambangan juga tengah memverifikasi atau memantau kebenaran penampakan kawanan buaya berjumlah tujuh ekor yang dilaporkan menampakkan diri di Kampung Laut, sisi barat Nusakambangan.

“Sebagai langkah awal penanganan, BKSDA mensosialisasikan kepada masyarakat dan juga membuat pengumuman agar nelayan dan warga berhati-hati saat beraktifitas di sekitar perairan di mana pernah terdeteksi keberadaan buaya,” dia menerangkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Laguna Segara Anakan Cilacap, Rumah untuk Buaya Muara

Let's block ads! (Why?)

from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Vs9zZc

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Menelisik Muasal Buaya di Perairan Nusakambangan"

Post a Comment

Powered by Blogger.