:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2518110/original/004710800_1544209911-LAGUNA_SEGARA_ANAKAN-Muhamad_Ridlo.jpg)
Gatot menambahkan, upaya lain mencegah banjir dan pendangkalan Segara Anakan adalah dengan membuang sedimentasi di muara laguna yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Yakni, di Pintu Plawangan dan Rancababakan. Sedimen tersebut, kata dia akan langsung dibuang menjauh ke tengah laut.
“Perkembangbiakan ikan Laut Selatan itu di situ. Baik lewan Plawangan maupun Teluk Penyu. Maka diambil dua langkah strategis. Pertama dengan penanaman bakau, yang kedua dengan melakukan penyudetan,” Gatot menerangkan.
Soal penananam bakau ini, warga Kampung Laut, Kustoro menilai banyak proyek penaman bakau yang tak tepat. Ia menyebut tak tepat lantaran bakau itu ditanam di titik yang pada masa lalu adalah kawasan laguna alias lautan di tengah daratan.
Mestinya, kata dia, pemerintah melakukan pemetaan terlebih dahulu sebelum menanam mangrove. Dengan begitu, mangrove memang ditanam pada habitat aslinya. Sebab, saat ini banyak ditemui mangrove yang tumbuh bukan di ekosistem alaminya.
Kustoro mengungkapkan, 20 tahun lalu, keberadaan mangrove di tengah laguna masih minim meski tanah sedimentasi sudah muncul ke permukaan. Namun, saat ini laguna dipenuhi mangrove yang tadinya hanya berada di pinggiran laguna. Mangrove tumbuh di perairan yang mendangkal atau di tanah timbul.
Kustoro menjelaskan, mangrove tidak akan tumbuh jika laguna tidak mengalami pendangkalan. Itu sebab, penanaman bakau sebagai upaya penyelamatan Kawasan Segara Anakan jika dilakukan tak tepat merupakan tindakan kontraproduktif.
“Mangrove itu sebetulnya adalah akibat dari tanah timbul yang ada. Tanah timbul, kemudian terjadi penyempitan perairan,” ujar Kustoro, November 2016.
Meski begitu, ia setuju jika penanaman mangrove dilakukan di tempat-tempat yang memang merupakan habitatnya. Antara lain, di piggiran laguna atau di sekitar bantaran sungai.
Namun, ia pun menegaskan, sebelum penanaman, pemerintah harusnya melakukan pemetaan berdasar luasan laguna segara anakan yang asli.
“Ekosistem estuari, mangrove tumbuh, Mangrove (kalau ditengah laguna) itu eksistensinya justru mengancam ekosistem aslinya. Itu kan ekspansi akibat tanah timbul. Masalahnya itu pendangkalan dan tanah timbulnya bukan mangrove yang gundul,” Kustoro mengungkapkan.
Lebih dari itu, ia menilai sudetan sungai Citanduy adalah cara paling efektif untuk menyelamatkan Laguna Segara Anakan. Untuk itu, ia meminta agar penyudetan diwacanakan kembali.
from Berita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2ru6rzGBagikan Berita Ini
0 Response to "Banjir Cilacap, Laguna dan Asa Sudetan Sungai Citanduy"
Post a Comment